Softex Daun Sirih yang Mengerti Kesehatan Perempuan

Kalau ditanya soal kali pertama datang bulan itu kapan. Sebenarnya saya agak malu menjawabnya, saya termasuk perempuan yang telat sekali mendapatkan kado terindah dari Allah. Setelah lulus SMP dan masuk pondok pesantren, sekitar usia menjelang 17 tahun. Saya baru mendapatkan haid saudara-saudara (sujud syukur)

Kemudian, saya mulai galau mencari pembalut dong. Jauh dari orangtua dan pertama kali dapat haid, saya membeli yang biasa dipakai teman-teman lainnya. Seiring waktu berlalu, dan jam terbang haid pun sudah rutin tiap bulan datang. Saya beberapa kali mengganti pembalut hingga akhirnya saya pun kecanduan dengan pembalut Softex Daun Sirih. Yaaay! Akhirnya, pembalut yang saya inginkan mudah ditemukan di mini market.  

Bagai dapat durian runtuh, pada tanggal 22 April 2018 saya dapat undangan dari Blogger Crony untuk menghadiri event Hijup X Softex Daun Sirih untuk ngobrol sehat bebas worry di Eastern Opulence, Jakarta. Dalam event tersebut, hadir seorang influencer media sosial, yang namanya tidak asing lagi di dunia fashion hijab Indonesia, Lulu Elhasbu dan Brand Manager dari PT. Softex Indonesia yang bernama Anastasya Erika serta dr. Bram, Spog.




Selama obrolan sehat bebas worry ini. Saya jadi lebih mau aware lagi nih dengan daerah kewanitaan saya. Betapa maha penting menjaga daerah kewanitaan saat haid atau keputihan. Lulu ElHasbu yang memiliki Zaura Models Management ini pun sangat aktif di dunia fashion show, seringkali membawa celana dalam tambahan agar menjaga Miss V tetap kering. Dan itulah yang disarankan juga oleh dokter Bram, untuk tetap menggunakan pantyliner saat keputihan ataupun tidak. Karena pertumbuhan bakteri akan cepat tumbuh ketika area kewanitaan kita lembab.



Dan rahasianya saat menggunakan pantyliner adalah, ganti secara berkala dalam waktu 3 jam! Ini yang seringkali perempuan Indonesia suka bandel atau pun malas ganti. Jangan khawatir, nyari pantyliner yang aman sentosa bebas worry! Pantyliner Softex Daun Sirih menawarkan pantyliner yang memiliki kandungan ekstrak daun sirih sebagai antiseptik untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Ada dua varian pantyliner Softex Daun Sirih yang bisa kamu dapatkan di mini market terdekat. Ini dia..





Nggak hanya pakai pantyliner saja, saat haid datang, mengganti pembalut setelah 3 jam juga wajib loh ya. Nggak mau kan, nantinya Miss V kamu gatal atau naudzubillah min dzalik jadi iritasi. Pilih pembalut yang benar-benar menyerap sampai ke lapisan paling bawah. Kata Erika, Softex Daun Sirih memiliki daya serap yang baik sampai ke lapisan paling bawah dan sudah teruji aman bagi kulit yang sensitif. Pantas saja, selama saya memakai pembalut Softex Daun Sirih, enak betul. Haha, iya nyaman banget sih. Saya pernah lupa tuh, mengganti pembalut yang sudah lebih dari 3 jam penggunaan, Alhamdulillah aman. Dan mungkin karena daya serapnya yang ajib, jadi di Miss V saya juga nggak becek-becek amat.

Keunggulan Pembalut Softex Daun Sirih?

Buat saya, pembalut itu harus dicuci. Dan untuk memilih pembalut, saya berusaha menghindari pembalut yang ada  gelnya. Makanya saya beruntung sekali menggunakan Softex Daun Sirih. Semua varian pembalutnya tidak mengandung gel. Saya pun dengan mudah dapat membersihkan pembalut sampai bersih dan pembalutnya sampai berwarna merah muda.
Memiliki daya serap dengan cepat selama 1 detik dan selama haid itulah yang membuat area Miss V tidak mudah lembab. Lapisannya pun bersirkulasi udara.  
Memiliki permukaan senyaman bantal yang membuat kita nyaman bergerak, terlebih lagi perekatnya sangatlah baik (tidak mudah robek).
Telah teruji klinis bagi kulit sensitif oleh Australian Dermatologits.
Dan bersertifikasi halal.

Manfaat ekstrak daun sirih pada pembalut softex daun sirih

Menggunakan pembalut Softex Daun Sirih, membuat saya nyaman dan rasanya tidak ingin berpaling ke lain hati. Kelebihan pembalut Softex Daun Sirih dari pembalut lainnya terletak pada kandungan ekstrak daun sirih yang memiliki banyak keuntungan untuk kesehatan organ intim perempuan, yaitu mengurangi bau tak sedap selama haid. Dan, kegunaan daun sirih pada pembalut juga mengandung anti jamur dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Varian Softex Daun Sirih

Selain banyak manfaatnya, Softex Daun Sirih pun memiliki banyak varian. Nah ini, yang membuat puas kaum hawa yang mana pembalut zaman now sudah banyak jenisya. Softex Daun Sirih memiliki pembalut yang ada wings atau nonwings, panjang atau pendek, dll. Lebih jelasnya, ini dia.

3 in 1 

Ukuran 36 cm 
Ukuran 29 cm




Ukuran 23 cm




Event Hijup Bloggers Meet Up X Softex Daun Sirih menambah informasi saya terkait tentang kesehatan kewanitaan. Dan event ini berakhir dengan ilmu fotografi yang langsung dipraktikkan oleh Bimo seorang fotografer dari Hijup. Setelah berbagai ilmu fotografi, kami yang hadir ikut mempraktikkannya dan berkesempatan memenangkan hadiah berupa voucher dari Hijup. 

Eitts, buat kamu yang baca blog aku, kamu juga bisa loh dapetin potongan harga IDR 50.000 untuk pembelanjaan minimal IDR 250.000. Caranya, masukkan kode voucher ini ya HIJUPSFTXJAKARTA (copas aja kodenya). Kode voucher ini tidak berlaku untuk pembelanjaan yang diskon atau promo dan produk premium. Pakai kode voucher-nya sampai tanggal 31 Juli 2018.


ini hasil foto lomba aku, walau nggak menang ;) 






Ada Selai Skippy di Wedang Ronde: Makanan tradisional naik kelas



Indonesia itu selain kaya akan kekayaan alamnya, suku, dan budaya. Indonesia juga kaya akan makanan tradisional dari setiap provinsi. Bahkan salah satu makanan Indonesia diakui oleh dunia, bahwa Rendang itu makanan terenak di dunia! Yoyoi, emang nggak salah sih, buktinya di “rumah kita” sendiri pun, banyak sekali rumah makan Padang berseliweran di berbagai daerah. Itu artinya, setiap lidah orang cocok dengan makanan Padang, terutama Rendang.

Eits, saya nggak akan lebih jauh lagi membahas makanan Padang. Karena saya akan mengajak kamu pindah pulau ke Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Yap, di Jawa Tengah juga banyak sekali makanan tradisional yang enak-enak. Dan, yang mau saya bahas di sini, adalah salah satu makanan khas Jawa Tengah yang cocok disajikan saat cuaca dingin, yaitu Wedang Ronde.

Apa sih Wedang Ronde? Bagi yang belum tahu makanan yang satu ini, saya akan jelaskan secara singkat, padat, dan enak. Haha, iya.. Wedang Ronde itu enak banget! Apalagi ada salah satu rahasia yang bikin Wedang Ronde semakin enak dimakan!

Jadi, Wedang Ronde ini adalah panganan yang terbuat dari tepung ketan yang dibulatkan dengan isian kacang tanah yang dilengkapi dengan kuah jahe yang super nikmat! Makanan Wedang Ronde ini memang disajikannya saat panas dan paling pas dimakan saat cuaca dingin, karena Jahenya akan membuat tubuh kita jadi hangat.

Wedang Ronde yang saya buat tidak lagi sama seperti pada umumnya. Isian tepung ketannya, tidak pakai kacang tanah, tetapi saya pakai selai Skippy loh. Alasan saya memakai selai Skippy sebagai isian tepung ketannya, karena memiliki manfaat yang saya butuhkan. Di dalam selai Skippy terdapat 210 kalori! Buat saya yang butuh asupan makanan dengan kalori yang tinggi, selai Skippy adalah solusinya. Dan, saya pun tergiur untuk membuat camilan Wedang Ronde yang saya sukai sejak masa kecil dengan isian selai Skippy!




Skippy banyak variannya, seperti Skippy Creamy Peanut Butter, Skippy Chunky Peanut Butter, dan Skippy Chocolate Peanut Butter, dan lain-lain. Selai Skippy mudah saya temui di mini market terdekat. Untuk isian Wedang Ronde, saya memilih Skippy Chunky Peanut Butter sebagai isian Wedang Ronde yang renyah saat dimakan.

Jadi tambah penasaran kan, bagaimana saya membuat Wedang Ronde isi selai Skippy? Langsung aja, coba ikuti resep gaya saya ya, semoga suka!

Bahan ronde:


300 Gram tepung ketan (masing-masing 100 gram untuk ronde yang berwarna-warni);
Pewarna makanan (saya memakai warna hijau, merah cabe, dan ungu);


Bahan isi:

selai Skippy yang sudah dicampur gula pasir

2 Sendok makan penuh selai Skippy Chunky yang sudah dibekukan;
75 Gram gula pasir.

Bahan kuah:


750 ml air;
2 batang serai;
3 lembar daun pandan;
2 Jahe.  

Cara membuat:




Cara membuat ronde:

1. Tepung ketan dicampur air hangat sedikit-sedikit dan dicampur dengan pewarna makanan. Untuk setiap warna, wadahnya dibuat terpisah. Aduk hingga kalis atau tidak lengket di tangan;

2. Untuk isinya: Ambil selai Skippy yang sudah dibekukan dan campurkan dengan gula pasir dua sendok makan;

3. Ambil adonan ronde secukupnya. Pipihkan dan isi dengan selai Skippy, bentuk adonan menjadi bulat;

4. Masak air hingga mendidih, dan masukkan ronde yang sudah menjadi bulat. Rebus sampai ronde mengapung, lalu angkat dan tiriskan. 

Cara membuat kuah:

1. Geprek serai dan jahe; 

2. Campur semua bahan kuah, seperti serai, jahe, daun pandan dan gula pasir ke dalam air. Panaskan hingga mendidih dan tercium wangi jahe. 

Cara penyajian: 

1. Ambil mangkok atau gelas;

2. Masukkan ronde, kacang mete dan tuangkan kuah ke dalam mangkok atau gelas;

3. Makanlah selagi hangat. 


Bagaimana, mudah kan cara membuat Wedang Rondenya? Apalagi diisi dengan selai Skippy yang membuat Wedang Ronde menjadi makanan penuh gizi. Mau tahu lebih banyak lagi resep yang enak-enak pakai selai Skippy? Kamu bisa ceki-ceki di sini Skippy Peanut Butter. Hasil masakanmu, jangan lupa di share di media sosial: mention atau tag ke akun Instagram SkippyTwitter Skippy, dan Fanpage Skippy 

Kalau kamu, sudah buat makanan apa pakai selai Skippy? 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Praxis sebagai perwakilan SKIPPY® Peanut Butter Indonesia.

Kamu harus tahu ini sebelum memutuskan untuk Gym





Awal nge-gym dan memasuki dunia sosial yang baru, tentunya ada rasa canggung dan malu. Begitu pun dengan saya, untungnya ada Rianti, teman kerja saya yang sudah lebih dulu jadi member di Gold Gym. Hari pertama, saya ditemani Rianti dan mencoba memakai PT. Dan, langsung mulai mengenal dan praktik menggunakan alat-alat gym.
Saya bilang ke PT yang bernama Dendi, saya mau nge-gym dengan goal menggemukkan badan. Lalu, saya menimbang. Alhamdulillah, metabolisme tubuh saya pada usia 18 tahun. Dan lagi-lagi, berat badan ideal saya kurang 10 kg. Lalu, mulailah praktik workout bersama Dendi (trial PT yang didapatkan di Gold Gym, setelah mendaftar jadi member). Hari pertama itu saya merasa kurang sreg sama Dendi. Dendi sempat bilang, bahwa saya harus banyak-banyakin olahraga kardio, biar nafsu makan saya bertambah. Setelah saya googling sana-sini dan mengenal Alvin Hartanto di Youtube. Justru tubuh ectomorph ini, jangan sampai mengenal olahraga kardio secara berlebihan, karena saya harusnya mendapatkan kalori yang lebih banyak, bukannya membakar kalori. Istilahnya harus Kalori Surplus!
Dan ini nih, yang harusnya kamu tahu sebelum daftar jadi angggota Gym.

Niat yang kuat
Sebelum kamu gym, kamu harus benar-benar niat! Ya bukan sembarang niat, sayang duitnya kalau sebulan sampai tiga bulan kamu belum mulai ada peningkatan. Secara kalau kamu mau hidup sehat, nggak perlu pergi ke gym juga bisa kok, cukup workout di rumah juga jadi. Semacam lari pagi, sepedaan, atau lihat di youtube untuk workout-nya.

Tahu Goals-mu
Ke gym itu pasti ada goals-nya.
1. Mau naikin masa otot agar badan jadi terlihat toned dengan proses bulking (menaikkan masa otot, dan menjaga lemak agar tidak naik) Caranya, kamu bisa bermain beban. Dan ingat, untuk menggemukkan badan kamu harus kalori surplus!
2. Mau kurusin badan dengan proses cutting (maksimalkan untuk membakar lemak dan menjaga otot) Caranya, kamu bisa bermain beban dan latihan kardio. Dan yang perlu kamu ingat untuk menguruskan badan, kamu harus kalori defisit.   
3. Maintenance, badannya udah ideal banget tapi perlu banget dijaga.

3 rumus
Faktor agar latihan kita berhasil itu nggak cukup hanya rajin latihan. Yang perlu kamu perhatikan adalah tiga rumus ini.
1.       Pola makan
2.       Istirahat yang cukup
3.       Rajin latihan
-Pola makan, tentunya makan yang mencukupi nutrisimu. Balik lagi ke goals, kalau kamu mau gemukin badan, tentunya yang kamu butuhkan adalah kalori surplus. Begitu sebaliknya, buat yang ingin menguruskan badan, kalori defisit. 
-Istirahat yang cukup minimal 6 jam atau paling bagus lagi sih 8 jam dalam sehari.

- Untuk latihan, latihan selama 3 kali dalam seminggu saya rasa sudah cukup, lalu mulai disesuaikan dengan pola makan dan jadwal istirahat yang cukup deh. 

Jangan menyerah di tengah jalan kalau sudah terlanjur nge-gym. Jangan malas! Kamu bisa! 

Cerita Orang Terlalu Kurus yang Memutuskan untuk nge-Gym






Namanya juga wanita, siapa sih yang nggak kepengin punya bentuk tubuh ideal yang fit and shape? Punya payudara padat berisi, pantat montok, lengan kencang nggak bergelambir, perut kencang, dan badan yang ramping. Saya yakin, ini adalah impian semua wanita! Apa mungkin, tubuh wanita juga dijajah oleh mata laki-laki yang menginginkan keseksian tubuh kita, sehingga kita mati-matian mau melakukannya hanya karena laki-laki yang disukai (mungkin) atau perintah suami yang ingin kepuasan terhadap tubuh sang istri?

Ya tanpa kita sadari, memang kita sedang dijajah mata laki-laki kok. Mata laki-laki mana sih, yang nggak super doyan sama indahnya lekukan-lekukan tubuh wanita?
Saya sendiri punya bentuk tubuh yang kurus, begeng, ceking, kerempeng, and you named it. Kalau nama kerennya mah, saya ada pada bentuk ectomorph. Nggak sedikit yang bilang dengan canda: awas ketiup angin, nanti terbang, tinggal kentut sama tulang doang, awas tulangnya patah, dll. Dah aku mah apa atuh, tubuh kurus yang kupunya bullyable banget. Dan nggak orang gemuk saja yang bisa di-buly, orang kurus pun juga bisa di-buly.

Lama-lama saya muak juga dengar ocehan yang kerap terdengar dari ocehan para teman saya. Padahal, saya sudah cukup bahagia dengan bentuk tubuh yang saya miliki, apalagi tubuh sekurus ini juga sehat wal ’afiat. Iya, sehat, Alhamdulillah.

Dulu, ketika pada tahun 2013, tak sengaja diajak teman untuk cek metabolisme tubuh menggunakan timbangan digital. Saya cukup tercengang, waktu usia 27 tahun, metabolisme tubuh saya seperti usia 16 tahun. Itu artinya, kesehatan saya bagus. Alhamdulillah. Sayangnya, berat badan ideal saya kurang sekali. Harus menambah berat badan sampai 10 kg. Buat saya, nambah sekilo saja susahnya minta ampun.

Ketika saya berniat untuk menggemukkan badan, saya banyak googling artikel tentang tips untuk menaikkan berat badan. Banyak artikel yang menyarankan untuk makan banyak, padahal saya pun doyan makan. 
Namun, pada kenyataannya, makan banyak tidak membuat badan saya berkembang merata. Hanya perut buncit yang paling menonjol di antara lemak-lemak yang saya punya.


Saya sedih, kenapa usaha makan banyak saya tidak mendapatkan hasil? Dan, di artikel lainnya menyarankan bahwa badan kurus saya harus ditambah dengan masa otot. Yap, saya harus nge-gym untuk membentuk otot agar berkembang dan membuat badan saya jadi fit and shape. Tahun 2014 saya berniat untuk nge-gym, niat saya ternyata terulur begitu lama, karena ingin mencari partner gym, kecocokan waktu, dan juga uang. Saya banyak pertimbangan, niat saya yang menggebu-gebu jadi luntur. 

Dan, tahun 2018 saya sudah daftar di Golds Gym. 

"Kamu Harus Tahu Ini Sebelum Memutuskan untuk Gym"

Pengalaman Unspiritual Waktu Umrah: Kali Pertama Umrah

Lilis ke Baitullah, aku nitip doa. Alhamdulillah semoga diijabahi oleh-Nya




Untuk umat muslim, siapa sih yang tidak bercita-cita pergi ke Baitullah melakukan ibadah haji maupun umrah. Semua umat muslim pasti ingin ke sana. Begitu pun dengan saya, tapi keinginan tersebut justru menggebu setelah saya menginjakkan kaki di tanah suci saat umrah.

Lah sebelumnya nggak pengin ke sana ta? Jujur, dulu zaman saya masih asyik-asyikkan kenal dunia, saya tidak ada kemauan sama sekali untuk pergi ke sana. Saat adik saya pergi umrah terlebih dulu bersama Ayah, saya tidak sama sekali iri. Pun tidak saya rasakan sama sekali rasa iri, ketika melihat unggahan foto umrah teman-teman berkeliaran dengan giat di Facebook.

Dan sewaktu saya diberitahukan Ibu, bahwa Ayah berniat memberangkatkan saya pergi umrah bersamanya nanti yang entah kapan. Kabar itu saya dengar waktu tahun 2010: waktu saya masih kuliah, waktu saya gemar meracik dosa, waktu saya tidak banyak pengin ini-itunya, waktu saya masih pengin jalan-jalan, asyik-asyikkan sama teman.

Ketika mendengar kabar bahwa saya akan umrah, seharusnya saya bahagia, senang atau terharu. Namun yang saya rasakan saat itu flat dan lebih banyak kecemasannya. Kenapa? Saya berpikir waktu itu: di tahun itu saya terlalu banyak dosa, saya tak pantas ada di rumah Allah, saya tidak pantas beribadah di sana. Dan yang saya takuti adalah pembalasan Allah waktu saya berbuat dosa di Indonesia.

Selama saya dapat kabar akan umrah, saya memang tidak terlalu berharap banyak akan pergi ke sana, yang saya pikirkan adalah dosa yang pernah saya perbuat dan ingin mendapatkan ketenangan. Bahkan saya hampir lupa dengan kabar saya akan umrah. Saya benar-benar fokus ingin mendapatkan ketenangan dan kedamaian batin saya yang terluka (serius nih).

Lalu saya mulai mengambil sikap, lebih baik saya mengoptimalkan ibadah saya dulu sebelum menginjakkan kaki di tanah suci. Yang saya lakukan tidak ada perubahan, hingga tahun 2012 saya baru memulai perbaikan diri. Saya benar-benar mengencangkan ibadah, saya meluruskan niat saya yang salah waktu itu: karena saat itu saya ingin menikah dan ingin cepat-cepat mendapatkan ketenteraman jiwa karena masalah percintaan saya yang terlalu lemah. 
  
Saya sempat merasa minder dengan diri, saya krisis kepercayaan diri dengan jodoh yang tak kunjung saya dapatkan, saya merasa tidak laku, saya merasa laki-laki tidak ada yang suka sama saya sehingga saya sulit dapat jodoh.
Di tahun-tahun perbaikan, saya lebih senang melantunkan bacaan Talbiah:

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak
Innalhamda wan-ni'mata
laka wal mulk, laa syariikalak.

Qadarullah, Alhamdulillah selama 4 tahun menunggu dengan abai. Pada tahun 2015, akhirnya saya menginjakkan kaki di tanah suci. Memang benar, Allah yang paling tahu dari pada hamba-Nya. Allah memberikan waktu yang tepat di saat saya lagi butuh banget: yaitu sebuah ketenangan.

Entah kenapa, saat tiba di Bandar Udara King Abdul Aziz, perasaan saya kayak senang gitu, terus pas nyampe Madinah apalagi, udaranya, orang-orangnya: bikin ademm banget. Jadi kayak tenang, nggak kalut gitu. Kalau biasanya saya liburan ke tempat lain, ada saja sedetik kalut. Nah, yang ini nggak sama sekali. Pokoknya tenang luar dan dalam dah. Dan, selama di Madinah pengalaman unik pun terjadi.

Pengalaman yang membuat krisis kepercayaan diri saya soal jodoh, lambat laun mulai stabil. Allah memberikan teguran dan hikmah dengan lembut kepada saya. Dan baru saya tahu setelah umrah beberapa bulan kemudian. Jadi, pengalamannya begini teman-teman.

Waktu di Madinah, setiap kali saya mampir ke toko-toko untuk sekadar melihat barang atau membeli, kerap kali saya ditegur dan diajaki menikah sama si pedagang arab yang hidungnya mancung-mancung. Dari toko ke toko Madinah, tentunya saya mengajak sepupu saya yang cowok untuk menemani saya saat tawaf toko di Madinah. Awalnya mereka lihat saya, lalu bilang: Indonesia?/udah nikah?/udah punya suami? Ya saya jawab jujur lah, belum. Terus langsung diajak nikah (waktu itu si Mas Arabnya bilang pakai bahasa Indo). 

Saya digoda, tapi nggak sampai dicolek-colek ya (seperti ada beberapa cerita jamaah Indonesia pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat umrah atau pun haji: dan ini juga salah satu kecemasan saya sebelum umrah).

Jadi, Mas-mas Arab itu mempunyai cara yang santun. Sepupu saya yang didekati (istilahnya mah PDKT sama mahram saya kali ya). Lalu ada drama, si sepupu saya pakai dicium-cium pipinya pulak sama tuh Mas Arab, mungin biar akrab gitu kali ya. Mas Arab ini pun maksa buat tahu jawabannya, saya tak mengiyakan atau pun memberikan penolakan. Ya namanya juga digodain kan ya, masa iya dibaperin say kan nggak mungkin juga. Hahha, padahal saat itu saya memang ngebet banget nikah!  

Kalau saya hitung-hitung, ada sekitar 4 Mas Arab yang suka ke saya, nggak tanggung-tanggung, langsung diajak nikah alias jadi istrinya. Sampai saya membuat skenario ke sepupu saya, menjadikan sepupu sebagai suami saya. Pas mau mampir ke toko lainnya, sepupu dan saya sudah menduga pasti saya digodain lagi. Dan, benar saja, untung saya sudah siapkan scenario sama sepupu yang ngaku jadi suami suami saya kalau ditanya saya sudah nikah atau belum. Tapi, nih orang arab bilang: mana cincinnya? nggak ada cincin kawinnya? Dan, Mas Arab ini mulai PDKT lagi. Seketika itu, saat saya ingin membeli barang harganya dikasih murah, Alhamdulillah.


FYI, saya tiap ke toko itu pakai masker lho. Kok ya, mau ngajakin saya buat jadi istrinya? Yakin wajah saya mulus, atau wajah saya nggak kenapa-kenapa. Kan muka saya tertutup sama masker.  Apa karena emang orang arab doyan sama orang Indonesia ya? Ah sudahlah, nda penting dipikirin. Anehnya, kejadian ini saya alami saat di Madinah saja, sedangkan di Mekah malah nggak ada. 

Di Tanah Suci, mungkin, kamu pun juga bisa saja mengalami kejadian yang unik dan membuatmu terpekur saat itu. Oya, semoga yang belum ke Tanah Suci juga bisa ke sana ya, yang sudah pernah semoga kita ke sana lagi ya. Aaamiinn.  

Review Dilan: AADC rasa ZAMAN now






Akhirnya.. Dilan 1990 tayang juga di bioskop tepatnya mulai tanggal 25 Januari 2018. Dari awal, saya cukup menduga kebanyakan penonton yang datang adalah kalangan millenials, karena emang segmentasinya remaja kan. Terlebih lagi yang menjadi tokoh utamanya Iqbal sebagai Dilan. Tahu sendiri, Iqbal ini semenjak nongol di dunia entertain punya fansnya sendiri yang bocah-bocah alus a.k.a ABG dan itu terbilang banyak. Terlepas dari siapa yang menjadi tokoh utamanya, novel yang ditulis sendiri oleh Pidi Baiq ini juga mendapat tempat di hati para remaja. Namun, novel dan film Dilan ini nggak hanya disukai sama anak remaja. Emak-emak muda pun yang memang mempunyai rasa era tahun 90an juga suka kan? Dan memang benar, beberapa teman saya yang sebaya juga merasakan efek after nonton Film Dilan kemudian baper yang berujung nonton nggak cukup sekali. Wow!

Iqbal yang awalnya ditunjuk langsung oleh Ayah a.k.a Pidi Baiq untuk meranin Dilan, banyak yang skeptis. Hal wajar memang, ketika yang sudah baca novelnya dan kemudian berintrepretasi untuk sok tahu siapa yang akan cocok merealisasikan sosok Dilan yang akan dibuat ke Film. Lalu, kontroversi pun banyak terjadi di kalangan netizen setelah mengumumkan Iqbal yang akan berakting sebagai Dilan. Tapi saya tetap caem-caem aja lah, karena pas saya kepoin, pilihan Iqbal yang diutus untuk meranin Dilan ini, ternyata hasil pilihannya Pidi Baiq sebagai penulis bukunya. Saya yakin, pilihan Pidi Baiq nggak perkara ngasal aja gitu. Terbukti omongan sang manajer Vanesha di IGnya bilang gini:




Setelah nonton tepatnya pada tanggal 1 Februari di CBD yang saat saya temui di Biokop, tumpah ruah anak ABG paket ciledug. Hal yang saya sadari setelah menononton film Dilan adalah jatuh hati sama Iqbal. Haha. Iqbal berhasil membuat diri yang uzur ini punya masa puber untuk kedua kalinya. Buat saya, Iqbal berhasil menjadikan film Dilan ini menjadi legit! Nggak tahu kenapa, kok saat saya memperhatikan Iqbal bermain di Dilan mulai kesemsem nggak keruan. Tatapan matanya ke Milea, berhasil membuat saya jadi deg-degkan sendiri. Syukurlah, nggak hanya saya yang merasa patut jatuh hati pada sosok Iqbal. Beribu-ribu komentar wanita-wanita matang pun hadir memberikan rasa yang podo ae.

Yeaah! Iqbal berhasil…! Good luck ale… Iqbal berhasil mematahkan keraguan pembaca Dilan.



Duhmak, jago banget sih Iqbal natap mesra lawan mainnya. Tapi, soal dia akting lagi ketawa dan marah-marah membuat saya ilfil seketika. Iqbal masih kurang dalam hal ini (kurang greget). Overall, saya suka lah sama Film Dilan ini, setelah saya membaca bukunya Dilan dengan seri lengkapnya yang pernah saya review di sini juga. Soal cerita nggak ada kecewanya acan, persis sama dengan yang ada di buku. Ya walau ada sebagian ceritanya yang detail namun tak begitu penting akhirnya dipangkas demi durasi. Saya nggak ada masalah dengan itu.

Untuk Vanesha, yang kali pertama terjun dalam dunia akting yang langsung ditunjuk sebagai Milea dalam Film Dilan sudah cukup baik. Namun, saya agak kecewa berat dengan peran Ira Wibowo sebagai bunda. Nggak sepadan sama karakter yang saya baca di novelnya. Menurut intrepretasi saya, bunda ini tipe karakter yang ceria. Nah, karena Ira Wibowo sudah biasa berakting dengan karakter yang sedih-sedih nan serius, berasa ada yang janggal saja saat berperan sebagai bunda di Film Dilan. Padahal, si bunda ini juga memiliki porsi yang legit dalam novel.

Lalu yang saya rasakan selama menonton adalah soal pergantian scene demi scene-nya yang terlalu cepat. Film ini sudah terlalu kuat dengan ceritanya, jadi untuk hal-hal sinematografi lainnya yang buruk memudarkan itu semua. Terlepas dari sinematografi, saya memang lebih fokus melihat peran Iqbal dan Vanesha dalam film ini.


AADC rasa zaman now. Bikin yang menonton gemes sama pasangan ini. Akhirnya ya, setelah Cinta dan Rangga.. Ada Dilan dan Milea di tahun 2018..

Sehari Sebelum Tahun 2018 di Telaga Menjer







Hari keempat di Wonosobo, agenda jalan-jalan kami lanjutkan ke Telaga Menjer. Karena dekat, lagi-lagi kami berkendara menggunakan motor. Kali ini, kakak saya tidak menjanjikan lamanya perjalanan, ia sudah mewanti-wanti saya agar selalu iring-iringan, ok noted!

Alhamdulillah, cuaca kian mendukung jalan-jalan kami, di luar sana cukup cerah. Selama perjalanan menuju Dieng, padat kendaraan, tidak sepi seperti ketika saya nyetir ke Tanjung Sari. Sampai di kawasan PLTU Menjer, banyak tikungan yang menanjak dan pemandangan perbukitan Telaga Menjer sudah terlihat, Ma sya Allah indah bat! Dan hanya setengah jam perjalanan, kami pun sampai. Biaya masuk tiket per-orang hanya 3000, murah kan?








Sampai di tempat tujuan, terlihat telaga yang luas sekali: terlihat bukit-bukit yang hijau. Nyegerin mata banget! Kami turun dengan anak tangga yang lumayan banyak. Nggak ketinggalan buat foto-foto dong, karena di Telaga Menjer emang asik banget buat foto-foto dengan nuansa telaga yang indah. Puas foto-foto, kami pun memutuskan untuk muterin danau pakai perahu. Sayang banget kan, udah sampai Telaga Menjer datang jauh-jauh dari Ciledug pulak, terus nggak ngerasain naik perahu di Telaga Menjer. Dengan harga tawar yang berombongan 4 dewasa, 3 anak, dan satu anak tanggung (i’m not sure my causin being adult or child? Because she’s still 10 years old). Penyewaan perahu dengan harga 50.000 berhasil ditawar.




Di perahu itu tidak ada penumpang lainnya, berasa private boat euy! Muterin danau kalau cuman bengong sih percuma, apalagi kalau udah di perahu begini, bisa buat foto lagi dan Telaga Menjer memang instagramable lho. Tap-tap kamera di HP pun kian banyak dan menghasilkan foto-foto yang sungguh keren. Di sesi foto itu pun, kami berencana ke Floating tempat selfie yang mengapung di sana. Tapi, beda perahu kata masnya. Beda perahu, beda lagi biaya untuk menuju Floating. Ya padahal, jarak dari tepian ke spot selfie itu nggak terlalu jauh kok. 10.000 per orang Cuy, kalau mau ke sana. Waktu itu kakak ipar saya yang nego harga, biar tarif per-orang dijadikan rombongan saja. Dan, ya! Dengan berdelapan orang termasuk 3 bocil, biaya perahu 50.000. Padahal, kami keukeuh 40.000 tapi masnya yang menang.

Ketika kami sampai di Floating as selfie place, tak ada pengunjung lain. Untuk sementara, tempat itu kami yang kuasai. Pas sampai, saya langsung hajar foto-foto. Kakak dan tante saya langsung makan karena menahan lapar dari tadi. Di Floating, ada tempat lesehan untuk makan gitu deh. Tadinya juga ada beberapa warung, namun entah kenapa warungnya sudah terbengkalai.






Saat sudah mau menyebrang untuk kembali pulang, tiba-tiba hujan turun deras sekali. Untungnya tidak berlangsung lama, mana kami belum shalat zuhur. Setelah hujan mereda, dengan cepat kami menuntaskan rihlah kami di Telaga Menjer. Naik ke atas tangga oh sungguh menantang, jarak anak tangga cukup tinggi ternyata. Lalu ketika menuju pintu utama Telaga Menjer, hujan turun lagi. Kami lantas menedu di Musala sekalian shalat Zuhur di sana, sayangnya tempat wudhu tidak ada di Musala. Toilet berada di dekat loket, yang mana saya pun kudu lari-lari kecil untuk menghindari hujan turun dengan mesranya.

Hujan pun mereda, kami bersiap pulang. Di tengah perjalanan, kami melipir ke Tempat Bakso Melati lumayan ramai yang makan di sini. Emang paling yahud dah, kalau udah dingin-dingin makan bakso.

Alhamdulillah hujan turun di saat kami selesai berkunjung ke Telaga Menjer, seperti waktu di Tanjung Sari, hujan turun ketika kami sudah puas mlaku-mlaku di Tanjung Sari.