Senin, 11 April 2016

Cerita Celengan Botol Aqua


Setelah pulang kerja, dua botol aqua besar yang berisi duit 20.000an saya raib alias dibobol maling!!
Saat itu, rasanya lemes, kaget. Gimana nggak kaget, duit 20.000an yang saya kumpulkan sejak lima bulan lalu di dalam lemari pakaian, sekarang udah nggak ada sisanya. Mau gimana lagi? Yang ada hanya dua kata: ikhlas dan sabar.  

Jadi, kejadiannya gini...
Saya ini anak kos, dan raibnya duit saya di kamar kos. Tiap weekend saya selalu pulang ke rumah dan balik lagi ke kos  pada hari senin setelah subuh. Tapi, kali ini saya tidak langsung pulang ke kos. Pulang kerja, lima menit sebelum magrib saya baru tiba di kosan.
Saat saya di depan pintu kamar, saya sudah mendapati keanehan, yang biasanya cantolan gembok itu tidak tertutup, kok sekarang tertutup? Apa bapak kos ngontrol kamar saya? Pintu kamar yang memang dalam keadaan terkunci, lalu saya buka. Dalam keadaan kamar gelap, saya melihat kondisi kamar yang berantakan. Saat saya menyalakan lampu, yang terlihat pertama kali adalah botol aqua kosong tergeletak di atas kasur lengkap dengan sebuah pisau dapur yang saya miliki. Firasat saya mulai tidak enak, saya memberanikan diri melihat lemari. Ma sya Allah, benar saja! Celengan dua botol aqua besar saya sudah dibobol maling!

Saya melihat dua botol itu sudah dipotong rapi. Buru-buru saya adukan kejadian ini kepada ibu-bapak kos. Mereka panik juga, katanya, baru kali ini anak kos kehilangan duit. Saya sempat tanya kamar sebelah yang dia juga baru datang ke kos siang tadi dan kebetulan pulang ke cirebon dari hari kamis, ibu kos juga pulang kampung dari hari Jum'at.
Oke, lengkap! sekitaran kos sepi pas hari sabtu-minggu.
Anehnya, tidak ada bobolan pintu atau kerusakan pintu yang memungkinkan si maling menerobos masuk kamar. Ini seakan si penjahat masuk kamar saya dengan kunci serep, padahal kunci serep semua dipegang bapak kosan. Dan, bodohnya saya adalah celengan yang saya simpan di lemari pakaian, tidak saya kunci dan membawanya ke dalam tas saya. 

Musibah ini kali pertama saya alami (kemalingan duit).
Tidak ada musibah yang tidak membuat kita belajar, right?
Pertama, saya mulai mawas diri dengan tidak membiarkan saya ceroboh lagi.
Kedua, saya jadi terbiasa dengan rasa ikhlas. (Oh, jadi gini rasanya kehilangan harta benda kita).
Ketiga, menambah pikiran positif bahwa musibah ini adalah ujian yang datang dari Allah untuk digantikan yang lebih baik lagi atau mengurangi dosa yang pernah saya lakukan. 

Dari musibah ini, saya juga mengoreksi kemungkinan-kemungkinan kesalahan saya selama ini. Saya sadar, mungkin saya kurang beramal atau bersedekah, atau mungkin saya menjauh dari Allah.
Bukan bermaksud ria. Memang, saya sadari hampir sebulanan ini saya sudah jarang shalat Dhuha. Karena selain mempermudah mendapatkan rezeki, shalat Dhuha juga membuat rezeki yang kita miliki terjaga. Kejadian ini membuat saya menyadari, betapa pentingnya melaksanakan shalat Dhuha. 


Semoga Allah menggantikan rezeki saya dengan yang lebih baik lagi. Aammiin...


Dalam Kenangan

Sabtu, 09 Januari 2016

Bukan Hijabers Biasa



Ini bukan suatu komunitas yang berdiri karena memiliki suatu kesukaan yang sama.
Ini bukan suatu komunitas yang sengaja didirikan untuk suatu kepentingan tertentu.
Kami disatukan dalam dunia religi,
Kami disatukan di sekolah yang sama,
Kami alumni santriwati daar-el-qalam,
Kami satu angkatan,
Kami angkatan green generation,
Kami angkatan 32.
Rasanya bahagia jalinan ukhuwah ini masih dan akan terus berlanjut hingga maut memisahkan kami.
Segala jarak dan kesempatan, Allah menyatukan kami setelah kelulusan yang satu per satu akhirnya memilih jalannya sendiri-sendiri.
Kami berkumpul karena paksaan. Kami menyatu karena ingin kembali. Dan,  kami bertemu dalam suatu acara, pernikahan.
Mungkin ini fenomena yang orang pahami dengan istilah 'reuni' di pernikahan.
Semenjak haflatu tahrij/wisuda/graduation angkatan kami, 32. Salah satu teman kami akhirnya melepas masa lajang. Teman kami mengundang. Kami pun turut hadir.
Kami hanyut dalam suasana jalinan ukhuwah. Kami lihat-lihatan, bercerita, bergosip, lalu say goodbye.
Begitu seterusnya sampai benar-benar habis si para lajang 32 ini menikah.
Jadi, sangat mudah menebak siapa yang masih single di antara kami.
Mungkin, kami tak saling menjadi sahabat dari sekian banyaknya teman di angkatan 32. Tapi, kami sangat bisa mengakrabi satu sama lainnya.
Kami ini saudara perjuangan.
Dulu, kami punya banyak divisi, dan banyak geng. Masing-masing dari kami memilikinya. Tak satu pun yang sendiri.
Selesai haflah, kami buat kelompok pertemanan yang berbeda lagi. Mungkin karena jarak dan intensitasnya.
Entah kenapa, walau berbeda geng, kami tetap bisa menyatu saat lalu lintas mata kami menyebrang bahkan melebur saling membahagiakan satu sama lain. Itulah kami, angkatan 32.
Kami yang akan terus melebur. In sya Allah.

Selasa, 15 Desember 2015

Bulan Terbelah di Langit Amerika



Kok bisa bulan terbelah? Penasaran? Jadi, sampai saya tahu akhir cerita ini, barulah terkuak bulan memang bisa terbelah. Lho, emang ini film tentang apa? 
 
Ini adalah film untuk mengembalikan citra Islam yang sempat tidak dilihat dari sisi kebaikannya saja. Setelah 11 September tahun silam. Islam itu rahmatan lil ‘alamin yang penuh kedamaian dan hal-hal baik, tapi mengapa justru itu yang tidak dilihat oleh orang-orang yang islamophobia?? 

Film ini diawali dengan scene Azima Hussein yang diperankan oleh Rianti Cartwright dan Ibrahim Hussein, suaminya, yang merayakan hari ulang tahun anak mereka. Adegan memberikan sebuah Al-Qur`an sebagai hadiah ulang tahunnya dengan memberikan sepotong nasihat dari Husein, membuat film ini memberikan meaning yang ingin disampaikan pada adegan selanjutnya. Bahwa Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk umat muslim, sebagai rahmatan lil ‘alamin. 

Film ini cukup membuat saya bergidik, ketika Azima memiliki mimik keterkejutan saat menonton berita, gedung WTC dibom. Padahal, ketika itu sang suami sedang berada di Gedung tersebut. Dari sinilah, suami Azima dituduh sebagai penyebab kematian orang-orang di gedung itu

Beralih ke scene selanjutnya, pada sebuah negara yang megah dan besar, New york. Hanum yang diperankan oleh Acha Septriasa dan Abimana sebagai Rangga dengan senang hati meninggalkan Wina, ibukota Austria dengan rencana masing-masing.
Hanum ditugaskan untuk menulis artikel dengan tema, apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam? Sedangkan Rangga ditugaskan oleh profesor Reinhard, untuk mewawancari Philipus Brown seorang milyarder di Amerika. Hubungan Hanum dan Rangga diwarnai persinggungan konflik di antara mereka. Dimulai ketika Rangga menghilangkan map kuning milik Hanum di dalam taksi. Map kuning itu berisi korespondensi yang Hanum harus tuju, seorang narasumber Azima Hussein yang berganti nama Julia Collin, seorang wanita muslim yang memilki suami bernama Ibrahim yang tewas ketika 11 september di WTC dan dituduh sebagai teroris. 

Rangga tidak menyerah menghubungi Chris, si sopir taksi yang telah membawa map kuning itu pergi entah ke mana. Hanum juga begitu, mencoba mencari tahu alamat Julia Collin. Dengan bantuan Jasmine yang diperankan oleh Hannah Al Rashid, Hanum berhasil mendapatkan alamatnya.
Rangga dengan sosok suami yang bertanggung jawab sangat cocok diperankan Abimana yang terlihat natural memainkan film ini. Di tengah kesibukan Rangga yang ingin mewawancari Philipus Brown, ia tidak lupa pada istrinya. Tanggung jawab istri ada padanya. Walau Hanum sendiri nampak yakin, si Rangga mengacuhkannya dan hanya memikirkan tugas pentingnya saja.

Sayangnya, Abimana yang berperan sebagai Rangga ketika memerankan adegan mendapatkan informasi map kuning tersebut mimik muka tidak nampak ekspresif.  
Scene yang sangat saya sukai ada pada ini, ketika Hanum berhasil masuk ke rumah Azima dengan terlebih dulu ia salah memasuki rumah orang dan mendapatkan diskriminasi wanita berhijab, atau lebih tepatnya seorang muslim, yang menyebabkan anaknya tewas dalam insiden 11 Sepetember 2001. 

Hanum juga berhasil meyakinkan Azima untuk mau diwawancarai, walau sebelumnya ia sempat diusir. Hanum juga berhasil meyakinkan tetangga Azima bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, pembawa kedamaian.  
Hanum tanpa ditemani sang suami, berhasil mewawancari Azima dan mendapatkan data-data yang valid. Namun, Hanum kembali marah dengan Rangga karena tidak bisa memenuhi janjinya menemani Hanum pergi untuk mewawancari Micheal Jhon, seorang yang menolak pembangunan Mesjid di Ground Zero. Bukannya tidak mau menemani Hanum. Namun, di waktu yang bersamaan, Rangga harus menemui Philipus Brown.

Mulai dari sini, alur konflik semakin terbuka. Apa yang terjadi ketika Hanum dan Rangga tidak saling bersatu di Amerika? Akankah dunia lebih baik tanpa Islam? Jawabannya ada pada film ini, nantikan tayangan filmnya, serentak di bioskop kesayangan Anda pada tanggal 17 Desember 2015…


Kamis, 26 Maret 2015

Nerbitin Buku

Ini adalah tahun kedua saya menjalani pekerjaan full time sebagai Editor buku keislaman. 

Berikut paparan tentang job desk saya, Mulai dari mencari penulis potensial. Mencari tema. Mengonsepkannya bareng-bareng. Mengingat penulis tentang deadline tulisannya. Menyunting hasil tulisannya. Memikirkan konsep layout dalam buku bekerjasama dengan layouter. Mengonsep cover buku bekerjasama dengan design grafis. Setelah buku terbit, kerjaan saya tidak sampai sebatas hanya buku sudah siap terbit saja dan saya bisa goyang dumang langsung berpikir tenang dan hati senang. BUKAN. 

Saya masih berpikir, bagaimana nih buku bisa laku di pasaran. Oya, tentunya dengan berpromo ya. Ok, itulah kerjaan saya. Saya dengan penulis mengonsep promo bukunya. Dengan cara yang bisa Boom. Alhamdulillahnya, semua media sosial mempermudah kerjaan saya. Jadi, saya analisa saja media sosial yang sudah menjamur ini. Apa kelebihan dan keuntungannya jika buku ini saya promokan lewat salah satu media sosial. 
Belum lagi promo off line yang saya harus pikirkan matang-matang. Ya, book launching, booktalk, de el el. Plus saya harus banyak berhubungan dengan teman-teman (kantor) di luar redaksi. Seperti, bagian pemasaran, promosi, web, sekretaris, media sosial, dan bagian e-book

Itulah garis besar kerjaan saya sebagai editor. Saya lebih banyak menyiapkan tenaga untuk berpikir. Well, saya sudah melewatinya selama dua tahun ini. Tentunya banyak suka-duka yang saya kerjakan sebagai editor. Lebih banyak sukanya lho, dan saya yakin dengan bekerja di dunia perbukuan yang notabene kerjaan mulia ini, saya banyak kecipratan pahala baiknya. Apalagi menjalaninya dengan rasa ikhlas. 

Salam, 


idhan


Artikel ini diikutsertakan dalam IHB Blog Post Challenge bulan Maret 2015  http://indonesian-hijabblogger.com/2015/03/ihb-maret-blog-post-challenge/

Kamis, 24 Juli 2014

Balada Metromini

Saya adalah pecinta Metromini dengan segala kekurangannya. Ya iyalah angkutan mana yang berani ugal-ugalan kebut-kebutan di Ibu Kota selain Metromini?? Biar bagaimanapun metromini telah menyelamatkan para penumpang mengejar waktu di sela-sela kemacetan. Benar begitu?

Mau bahas Metromini karena saya terlalu sering menggunakan jasa ini. Jurusan Ciledug-Blok M metromini 69 mana ada lagi coba angkutan yang murah sampai tujuan blok M ini selain metromini 69? Yup! Inilah kendaraan sejati saya.
Buat yang belum terbiasa menggunakan angkutan umum terutama metromini, berikut saya kasih tips aturan main menggunakan Metromini, cekidot:

·  Siapkan uang pas, cukup mengeluarkan Rp 3000 ke kernet. Jangan belagu anda membayarnya dengan uang 50.000 kalau nggak disewotin sama kernetnya, gara-gara kesel lihat uang segitu gedenya.

·     Mulai naik metromini jangan pernah slowmotion kalau nggak pengen sesuatu terjadi pada anda, harus cekatan, dan mencari pegangan yang kuat.

·     Hati-hati pada bawaan tas anda, kalau bisa tasnya dikedepankan. Di Metromini seringkali ada pencopet yang sudah jago dalam jamah menjamah tas loh!

·     Kalau ada pengamen yang nyanyi, dengarkan dengan suka cita. Minimal nggak harus tidur dan ngomong sama teman anda kalau nggak mau ditegur balik sama pengamennya (saya sering kena teguran pengamen).

·         Kalau pengamen minta duit. Usahakan kasih uang receh paling nggak 500 rupiah juga sudah bisa memuaskan pengamen. Karena pengamen sering merasa kecewa dengan penumpang yang tidak memberikan upahnya. Dan saya pernah suatu waktu memberikan uang 100 rupiah malah dibalikin lagi sama pengamennya.

·         Saat pengamen minta duit, siapkan tangan anda untuk menolaknya secara halus. Siap-siap kena teguran pengamen kalau anda tidak memberikan sinyal tangan tanda menolak memberikan duit ke pengamen.

·        Bawa masker untuk menutupi bau-bau yang abnormal yang sering ada di metromini (u know lah bau apa itu).

·    Selain pengamen, banyak juga orang yang datang minta duit. (bukan pengemis). Pemalak secara halus dengan puisi teriakan hatinya kurang lebih begini puisi pemalak :

                “Bubur sumsum kecebur empang. Assalamualakikum para penumpang. Bapak-              bapak ibu-ibu saya hanyalah seorang anak jalanan yang mencari rezeki yang          berbeda dengan bapak-bapak ibu-ibu yang berpakaian rapi dan wangi bla bla          bla…..” 
(kurang lebih seperti itu puisi wajibnya).
                Dan bahkan mainan debus, silat-menyilat tangannya.

·       Hati-hati dengan puisi jalanan tadi saat dimintakan duit, karena suatu waktu uang saya pernag raib diambilnya (untung hanya 2000 perak, tapi lumayan sih buat bayar angkot lagi *nangismerana).

·        Kalau anda mau turun, harusnya dari jarak 100 meter anda sudah siap berdiri di depan pintu metromini. Sekali lagi, anda harus cekatan jangan pernah slow motion di metromini! Pasalnya kalau  sudah menyuruh sopir berhenti dan anda masih duduk manis di tempat. Siap-siap saja dimarahi plus kebablasan tempat tujuan karena anda terlalu slow motion!

·    Persiapkan mental anda sewaktu-waktu anda akan dioper ke metromini yang lain (paling sering 69) Karena abang sopirnya mau pulang dan seenak hatinya menyuruh penumpang turun.

Demikian share dan tips tentang metromini, mungkin ada kejadian lain yang pernah anda alami selain yang saya ceritakan??

Jumat, 06 Juni 2014

#REDTOUR jakarta

Taylor Swift, siapa dia?

Awalnya gue nggak begitu tahu dan peduli yang namanya taylor swift. Jadi gini, pertama kali denger lagunya tay yang YOU BELONG WITH ME. Hehe telat banget ! padahal doi udah mengeluarkan beberapa lagu yang fenomenal sampai sekarang. YOU BELONG WITH ME menggambarkan gue banget isi dari liriknya. Barangkali berkenaan dengan kepatahatian sejak 2009 jadi kepengin lebih tahu lagi lagu-lagunya tay. OMG hampir semua lagunya liriknya “gue banget” ini kenapa sih tay? Nulis lagunya galau-galau melulu. Hikz, jadi kepengin meluk tay dan bilang “Tay, nasib kita sama!”

Dan mulai dari YOU BELONG WITH ME inilah gue akhirnya resmi ketagihan mau download lagu-lagunya doi sampai hatam! Dan kepoin dia melulu lewat medsos. Lama-lama lamaaa tahu tay ini gue bener-bener resmi juga gue ngefens doi. Nggak soal lirik-liriknya yang sama dengan kehidupan gue dan memberi secara tidak disengaja lagu-lagunya yang menghipnotis gue menjadi lebih KUAT dan KUAT. Dan ternyata taylor ini sosok wanita yang dermawan! Bayangin aja, tiap kali doi tour atau konser nyisain dananya buat nyumbangin orang-orang yang nggak mampu! HOW AWESOME SHE IS??

Udah gitu pakaiannya sederhana “ala barat” nggak terlalu fulgar selama doi pakai baju di arena publik. Gaya pakaiannya vintage banget! Mulai dari ujung kepala sampai telapak kaki. SEDERHANA, selalu casual dan chic lihat penampilan doi. Ah ini mah gue banget yang juga suka tampil casual. Daann taylor ini pecinta kucing dan melihara kucing! WOAH! You almost in me ^^

Sampai akhirnya gue meniatkan meanbung untuk konser taylor seandainya doi datang ke INDONESIA. And finally, bener-bener ada REDTOUR di ASIA, dan available di INDONESIA.
Bulan MARET 2014 gue udah riweuh ngurusin tiket buat nonton REDTOUR. Mulai dari izin dari kantor, ngantri lama, deg-degkan dapetin tiket silver, di refund, sistem online yang bermasalah, kena biaya administrasi yang TOTAL gue ngeluarin duit hampir 1.500.000 dan Alhamdulillahnya sampai tanggal 4 JUNI 2014 SHOW MUST GO ON! Gue akhirnya nonton seorang diri, dan dapetin spot di belakang dekat pagar niat buat dapetin spot paling depan nggak kesampaian akhirnya gue nemu spot yang juga ada stage B nya disana maksud biar bisa lihat taylor secara jelas. Dan pas nyanyi 22 tay bener-bener turun dari mainstage dan menuju stage B. Walhasil gue kena gencet, dan melihat tay hanya sekilas pandang, gila! Cepet banget lewatnya..... tangan udah julur2 tetep nggak dijamah sama doi. Hikz, SEDIH!  Udah pas nonton tay dari mainsatge kelihatan kecil banget dan kealingan tab-tab yang pada menjuntai ke atas. Gue hanya bisa lihat dari Screen aja sambil jingkrak-jingkrak. OMG taylor, seginikah aku menginginkanmu..

REDTOUR jakarta........ sangat sangat MERAH!


take from @swiftindonesia

Sampai rumah gue nonton REDTOUR berasa mimpi, pengen banget mimpi itu terulang dan secara nggak sengaja, gue nangis.. “kok cepet sih, kok gitu doang sih, kok gue bego banget sih gak lihatin tay sampai bener-bener puas.”


Kali pertama gue nonton konser orang luar, dan sekalinya ini gue ngefens pakai banget sama orang luar. Karena apa? Seorang tay mirip sama gue, bedanya tay bisa kuat dan menghasilkan karya yang sangat luar biasa. Tay insipirasi gue untuk selalu bisa tersenyum saat kepatah hatian. Dan anehnya saat patah hati dan jatuh hati, lagu-lagu tay selalu jadi backsong hidup gue. Taylor swift i wanna say THANKS for everything for your lyric give me best situation..
with love,

your biggest fan