11 cara melejitkan rezeki tanpa pernah diduga


pic: pinterest
Entah kenapa saya selalu mendapati teman yang bilang saya banyak uang dan uangnya unlimited. Saya aminkan perkataan mereka. Kali-kali aja beneran. Alhamdulillah selama saya hidup digaji oleh Allah, saya bisa mencukupkan keuangan yang saya terima dari-Nya. Saya ingin berbagi tips dan pengalaman saya. 
Kenapa gaji dari Allah selama hidup, saya merasa cukup, terkadang sampai ada sisa uang di tabungan atau di tangan? Ini karena Allah Mahabaik sama saya. Dan, beberapa tips ini yang saya jalani ketika uang dari Allah saya terima. 

1. Mengelola uang dengan baik dan terencana. 

Ini sih yang paling utama dalam mengamankan keuangan kita. Mengelola uang yang kita dapati setiap bulannya, rada gampang-gampang susah. Jadi, ketika saya menerima gaji bulanan, seketika saya mengeposkan keuangan saya untuk pakai ini-itu. Semisal, gaji saya 7.000.000. Lalu apa saja pengeluaran yang akan saya gunakan dari gaji bulanan saya? 

a. Pos tabungan     : 2.000.000
b. Pos makan         :1.000.000
c. Pos ongkos        : 1.000.000
d. Pos orangtua     : 1.000.000
d. Pos entertain     : 1.000.000
e. Pos sedekah       :   200.000
f. Pos tak terduga  :   800.000

Contoh tersebut bisa kamu ubah sesuai kebutuhan pengeluaran kamu tentunya. Karena saya masih single, jadi untuk pos pengeluaran anak tidak saya cantumkan di atas. Tapi, saya sarankan untuk menyisihkan pos sedekah. Karena bagaimanapun sedekah itu yang mencukupkan rezeki kita.

2. Mengamalkan salat Dhuha.

Saya tidak berpikir kalau mau dapet rezeki yang baik, kudu melakukan ikhtiar salat Dhuha. Saya malah senang menjalankan ibadah ini, karena selain mendapatkan pahala ibadah sunah, saya merasa perlu bersyukur dengan melakukan salat Dhuha. Memang bentuk syukur berbagai macam caranya. Salah satunya melaksanakan salat Dhuha. 

Dari salat Dhuha, saya tidak sedang berhitung rezeki, kalau sudah salat Dhuha. Ya, biarkan Allah yang menetapkan rezeki saya ada di mana: entah kesehatan rohani dan jasmani, materi, keluarga, teman, dll. Yang saya rasakan sesudah salat Dhuha apa? Saya merasa tambah bersyukur saja, setelah saya mengalami berbagai kenikmatan dari-Nya.

Karena niatnya lurus maka Allah juga akan memberikan hasil yang baik juga. Jadi, jangan sekali-kali salat Dhuha karena mau dapet tambahan rezeki. Kalau bisa nih, niatkan bukan karena ingin dapat tambahan rezeki dari Allah, tapi niat memperbaiki rezeki. Ya, jadi tak semata-mata Allah saja yang memberikanmu rezeki, tapi kamu juga harus berusaha memperbaiki rezeki tersebut. 

3. Memberikan uang/makanan/hadiah kepada orangtua.
Kalau kamu berpikir memberikan uang kepada orangtua membuat rezekimu berkurang, hal itu salah besar. Justru, dari sinilah nilai keberkahan rezeki kita ada pada doa orangtua. Dan, hal ini termasuk dalam kategori sedekah. Ingat firman Allah, 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Jangan berpikir uang yang kamu berikan kepada orangtuamu sebagai bentuk bakti. Hal ini tentunya tidak bisa kita bandingkan dengan pengeluaran dan usaha keras orangtua dari melahirkanmu sampai kamu bisa menghasilkan uang sendiri. Niatkanlah hal ini sebagai keridaanmu untuk membahagiakan orangtua. Jika orangtua senang dengan pemberian darimu: uang/hadiah/makanan. Allah pun akan senang denganmu. Jika Allah senang, Allah tak akan berpikir panjang untuk memberikanmu kebahagiaan. 

4. Membeli dagangan yang tidak kita inginkan.

Kalau kamu sering jalan naik angkutan umum atau jalan kaki di pinggir jalan. Pasti akan kamu temui pedagang yang sudah tua renta dan masih menjajakan dagangannya dengan tampang memelas. Namun, tetap semangat duduk menanti pembeli. 
Jangan lewatkan momen ini hanya sekadar iba atau berdoa semoga dagangannya laku. Manfaatkan momen ini dengan membeli dagangannya. Ya, walaupun kamu tidak membutuhkannya. 

Belilah dulu, butuh nggak butuh urusan belakangan. Toh, kalau kamu memang tidak membutuhkannya, kamu bisa memberikannya kepada yang lebih membutuhkannya. Setelah kamu beli, kamu beri ke orang lain yang membutuhkannya (pengemis), ma sya Allah, pahalamu jadi berlipat-lipat. Apa yang kamu tunggu?    

5. Melebihkan uang untuk penjual yang terlihat susah payah.

Kalau tadi, saya singgung ke pedagang yang sudah tua renta. Sekarang, saya menyinggung pedagang yang masih muda, tetapi bersusah payah dalam mencari rezeki. Suka lihat pedagang yang masih memikul dagangannya dengan berjalan kaki? 
Kenapa nggak pakai gerobak dorong atau sepeda biar memudahkan usahanya? 
Saya malah sempat berpikir seperti itu. Namun, bukankah rezeki orang itu beda-beda. Mungkin mereka yang berdagang dengan memikul belum punya uang yang cukup untuk membeli gerobak atau pun sepeda. 

Saya sering lho, melihat pedagang lemari kecil, kaca-kaca besar dipikul dan ia berjalan kaki di tengah teriknya matahari. Saya terenyuh melihatnya. Sayangnya, saya hanya bisa berdoa untuknya. Dan, pedagang seperti itu sebaiknya jangan ditawar lagi dagangannya. Tapi, tetap saja masih ada yang tega menawarnya. Padahal mereka sudah susah-payah berdagang keliling dengan jalan kaki. Alangkah baiknya, kamu tambahkan uangnya sebagai ganti jihad mereka berjualan. Memberi tip kepada pelayan jasa saja kamu tak keberatan, kok ini melebihkan untuk pedagang keliling kamu tak mampu memberikannya. Siapa tahu, sepanjang perjalanan mereka berjualan, ia tak henti-henti berdoa untuk kebaikanmu.  
 
6. Memberikan uang ke pengamen.

Suka risih nggak sih, ada pengamen anak jalanan, bernyanyi dengan suara parau? Bukannya menikmati alunan lagunya, yang ada malah tambah emosi. Apalagi saat menikmati makanan pinggir jalan atau saat di angkutan umum mau tidur. 

Boleh saja marah, tapi jangan diluapkan ya. Ketahuan kamu tidak menghargai nyanyian mereka bahkan bisa menyakiti hati mereka yang berniat mencari nafkah. Saya lebih menghargai pengamen lho yang ada usahanya untuk mencari rezeki ketimbang pengemis di jalan yang terlihat sehat-bugar. Lagian, nggak semua pengamen kan memiliki suara merdu layaknya Istiana. Nah, coba deh beri penghargaan usaha mereka dengan memberikan uang yang receh bagimu, tetapi berharga buat mereka.

7. Memberikan uang kepada pemulung.

Paling kasian kerja jadi pemulung. Mainannya sampah dan barang-barang bekas, pasti kotor dan bau. Terbiasa bagi kita menutup hidung saat melewati pemulung. Iya apa iya? Lagian, bukan mau mereka jadi pemulung kan, yang setiap harinya bergumul dengan sampah. 

Hebatnya pemulung, karena sudah terbiasa, mereka jadi kebal sama bau sampah. Sayangnya, kebanyakan orang saat bertemu dengan pemulung, tangannya dibuat untuk menutup hidungnya sendiri, padahal lebih baik tangannya dipakai untuk memberikan uang kepada pemulung dengan cara yang santun. Pasti pemulung itu akan senang dan kita pun juga akan senang saat melihat senyumnya mengembang. Kalau hati sudah senang hati-hati jatuh hati #lah. 
8. Silaturahim.

Siapa yang setuju kalau silaturahim memperluas rezeki? Saya setuju banget. jangan dikira rezeki hanya soal materi ya. Ketemu teman-teman lama itu mengasyikkan lho, kita bisa mengasah kemampuan komunikasi kita saat bertemu dengan teman lama. Asalkan nggak gibah ya. Kalau ketemu teman lama, pastinya kita jadi cerewet mengajukan beberapa pertanyaan untuk mereka. Dan, dari hasil obrolan bukannya tidak mungkin, temanmu akhirnya membantu kesulitanmu: jodoh, materi, pekerjaan, dll. 

Teman lama yang lama tidak kita kunjungi akan senang apabila kita bersoan ke rumahnya lho, apatah lagi kita membawakan makanan untuknya. Mereka tentunya akan berterimakasih kepada kita. Dan, kalau teman kita bahagia, kita juga ikutan senang, kan? Kali aja, setelah dari rumahnya, beberapa pekan kemudian, teman kita mengajak makan-makan di rumahnya. Makan dibalas makanan, cuy.
     
9. Menginfakkan uang di mesjid.

Kalau kamu lagi jalan-jalan dan salat di Mesjid. Banyak mesjid yang menyediakan kotak amal. Entah untuk infak mesjid itu sendiri, sedekah yatim-piatu, atau kaum dhuafa. Sedekah itu banyak jenisnya, termasuk infak mesjid. Nah, selesai salat, barang 1000-2000 perak, lebih baik duitnya kamu tabung di kotak amal. Mana mungkin sedekah membuat kamu jatuh miskin. Ya, hitung-hitung saja kita nabung untuk amal kebaikan kita. 

10. Mentraktir teman jajan atau makan-makan. 

Siapa yang sukanya mentraktir teman? Haha pasti dikit sih yang hobinya mentraktir teman, malah justru kita sukanya ditraktir. Hari gini nolak yang gratisan? Pamali. 

Tapi, apa salahnya coba mentraktir teman sekali-kali, tentunya selain ada momen milad kamu ya. Nggak usah traktir mahal-mahal agar membuat temanmu senang. Coba saja misalkan traktir jajanan kesukaan teman kamu, nggak bakal nolak deh. Yang murah-meriah aja. Kalau teman sudah senang, in sya Allah didoain baik-baik, dan minim perselisihan.

11. Membantu teman pinjam duit atau memudahkan urusan orang lain.

Lagi senang, teman didekati. Lagi susah, teman dijauhi. Atuhlah jangan kitu nyak. Nggak baik juga sih modelnya kayak gitu. Dan, kamu jangan menjadi salah satu tipikal teman seperti itu ya. Kalau memang kita masih punya duit dan kebetulan teman lagi butuh duit. Apa salahnya meminjamkan untuknya. Kalau pun tidak ada, bilang saja: "Sisa uang gue cuman segini, say." Itu lebih baik diucapkan dari pada bilang: "Yah, gue lagi nggak ada duit." Tapi, besoknya kamu posting makanan enak di media sosial. Hal itu malah jadi nggak aman buat pertemanan kamu.

Jangan ragu untuk membantu teman yang sedang kesusahan ya. Kalau kita membantu kesusahan orang lain, Allah juga akan membantu kita di saat susah lho.

Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).

11 cara itulah yang saya pernah terapkan dan alhamdulillah rezeki dari Allah datang tanpa pernah diduga.

5 komentar:

  1. nice share mba idhan, makasi ya jadi mengingatkan ingga juga supaya lebih bisa mengelola keuangan lagi dan jangan lupa berbagi :)

    BalasHapus
  2. Aku dan suami juga suka ga tega kalo ada yang susah payah dagang, jadi kadang yang ngga dibutuhin dibeli gitu. Makasih idhan remindernyaaa..

    BalasHapus
  3. Subhanallah. Nice blog post mba. Memang banyak hal yg bisa kita lakukkan ya mba untuk menjadikan rezeki atau uang yg dimiliki lebih berkah dan bertambah. Terima kasih sudah diingatkan mba...

    BalasHapus
  4. Thank you udah diingatkan Idhan... Semoga pintu rejeki kita selalu dibukakan lebar2 oleh Allah, btw kapan dong traktir akoooh hahahhah XD

    BalasHapus
  5. Amminn semoga rejeki kita selalu dilimpahkan dan segala urusan kita di dunia diberikan kelancaran.. makasiih Idhan sharingnya :) setuju banget sama poin ttg pedagang, apalagi yang udah tua, suka ga tega.. hiks..

    BalasHapus