Minggu, 24 Januari 2016

untuk wanita yang paling kejam mulutnya



 Terkadang, kita sebagai hamba-Nya lupa siapa diri kita di hadapan-Nya. Dengan mudah merendahkan orang lain tanpa mellihat kealpaan kita sendiri. Sadarkah, di dalam dunia ini, Allahlah yang paling berhak menilai siapa kita.
 Sepertinya, manusia akan begitu terus. Gibah dan nyinyirin orang sudah menjadi hobi yang paling disukainya, Naudzubillah… 
 
Tidak ada kerjaankah sampai merendahkan orang lain dengan sebegitunya? TIdak merasa dosakah bila menyindirnya? Tidak berani bicara di hadapannyakah sehingga kamu sebegitu menjadi pengecut mengumbar obrolan sampah di sana-sini?   

Kenapa harus merendahkan orang lain? Mengapa kamu terlalu sibuk mencari-cari sela kesalahan orang lain? Tak terlihatkah kesalahan yang telah kamu perbuat? 
Apakah dia pernah membuatmu bersalah sehingga kamu dengan ringan mulut merendahkannya? 
 
Ah sudahlah, mungkin hidupmu penuh dengan keaiban sendiri sehinggga terlalu susah diremah. Jagalah lisanmu sebagaimana kamu menjaga auratmu. Karena kita tidak akan pernah tahu, kematian akan datang kepada kita dengan cara seperti apa. 

Untuk wanita yang paling baik hatinya, mungkin nasihat-menasihati adalah jalan yang mulia untuk menegur saudara seiman, ketimbang menabung dosa dengan menyinyir.






3 komentar: