Senin, 09 September 2013

Arti Sedekah itu ikhlas

Ceritanya saat di mobil, Bang ilyas menceritakan tentang kronologi BBnya yang telah hilang dengan bijaknya ia bilang “ Ah di ikhlasin saja lah, kali aja dikasih yang lebih bagus dari itu kan?” sejurus kemudian Mak eta jawab “Iya, anggap saja itu sedekah”

Perkataan mereka sejenak membawaku ke alam sadar. “ikhlas? Sedekah? Ganti yang bagus?”  3 kalimat yang masih mengiang hingga sekarang. Ah! Aku mungkin sangat drama, mengaitkannya dengan cinta yang hilang. Tahukah? bagiku itu tidak mudah, sulit sekali, tapi untuk hari ini, perkataan yang mengalir dari mulut mereka membuatku berpikir,

Sedekah adalah bagian dari keikhlasan. Menurutku, kalau kita sudah memberikannya dengan kebanggaan hati tentunya rasa ikhlas itu muncul untuk memberinya bukan? Tanpa atau dengan mengharapkan balasan. Apakah sedekah mengharapkan balasannya? Awalnya pasti nggak dong, kalau memang niat lillahi ta’ala urusan dapat pahala insya allah dapet kalau memang ikhlas.  

Sama saja seperti aku yang bangga memberikan rasa suka itu kepadanya. Lalu aku memberi cinta kepadanya dengan keikhlasanku saat itu, berharap mencari ridha-Nya siapa tahu aku jodohnya. Itu harapku.


Ketika hilang, siapa yang mau tahu selain kata ikhlas? Ya, aku berpikir kata ikhlas mungkin tercerna dalam tindakan agak sulit. Toh nanti akan ada yang lebih bagus ya gak? Anggap saja hilangnya BB bang ilyas yang gak seberapa, nantinya akan ada pengganti yang lebih baik lagi, siapa tahu bang ilyas bisa dapet i-phone. 

Seenggaknya itu cara memikirkan “pengganti yang lebih bagus”, bisa lebih menyenangkan kan? 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar